WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat atau UIP KLB melalui Bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan menggelar kegiatan Simulasi Tanggap Darurat di lingkungan kantor PLN UIP KLB, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret PLN UIP KLB dalam memastikan keselamatan dan keamanan seluruh pekerja saat menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga:
PLN Perkuat Listrik Larat, Pemeliharaan Jaringan Dikebut demi Pasokan Andal di Tanimbar
Simulasi tersebut diikuti seluruh pegawai untuk melatih kecepatan, ketepatan, dan ketenangan dalam merespons kondisi darurat yang tidak terduga.
Dalam kegiatan ini, para pegawai dilatih melakukan evakuasi secara terstruktur sesuai prosedur keselamatan yang berlaku di lingkungan kantor.
Pelatihan mencakup prosedur penyelamatan diri, pemahaman akses keluar gedung, hingga pengenalan titik kumpul atau assembly point yang aman.
Baca Juga:
PLN Kerahkan 11 Tower Emergency, Pemulihan Listrik Sumut Dikebut Usai Cuaca Ekstrem
Manager K3LK PLN UIP KLB, Aprilia Rahmawati, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian penting dari penguatan budaya kerja aman di perusahaan.
“Tujuan utama dari simulasi ini adalah memastikan seluruh pegawai memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat,” ujar Aprilia.
Menurut Aprilia, pemahaman yang baik terhadap prosedur darurat akan membantu pegawai tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi situasi yang berisiko.
“Kami ingin setiap individu tidak panik dan tahu persis ke mana harus melangkah serta di mana titik kumpul yang telah ditentukan,” ujar Aprilia.
Ia menilai kesiapsiagaan pegawai menjadi bagian penting dalam menekan dampak apabila insiden benar-benar terjadi di lingkungan kerja.
“Kesiapsiagaan ini adalah investasi untuk menekan risiko sekecil mungkin jika insiden nyata terjadi,” ujar Aprilia.
Selaras dengan hal tersebut, General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar di lingkungan PLN.
“Lingkungan kerja yang aman adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Susilo.
Menurut Susilo, simulasi rutin diperlukan untuk membentuk respons cepat dan refleks keselamatan bagi seluruh insan PLN.
“Melalui simulasi rutin ini, kami ingin membangun refleks yang sigap bagi setiap insan PLN,” tegas Susilo.
Ia menambahkan bahwa keamanan pegawai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Keamanan pegawai adalah pondasi utama dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan,” tegas Susilo.
Susilo berharap seluruh pegawai dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari simulasi tersebut dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Saya berharap seluruh pegawai dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dari simulasi ini dengan penuh tanggung jawab,” tegas Susilo.
Selain melatih prosedur evakuasi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan sistem keamanan gedung.
Evaluasi tersebut mencakup jalur evakuasi, alur komunikasi saat darurat, serta kesiapan setiap unit kerja dalam menjalankan perannya masing-masing.
Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, PLN UIP KLB berkomitmen menciptakan ekosistem kerja yang aman, nyaman, dan tanggap terhadap berbagai potensi risiko.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi evaluasi bersama untuk memastikan seluruh unit kerja memahami tanggung jawabnya dalam menjaga keselamatan di lingkungan kantor.
PLN UIP KLB berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya keselamatan kerja dan mendorong terciptanya lingkungan kerja Zero Accident.
[Redaktur: Sandy]