PLNWatch.WAHANANEWS.CO - Upaya PLN dalam mempercepat elektrifikasi desa di Kabupaten Sorong Selatan dimulai dari kerja teknis yang kerap luput dari sorotan, yakni survei kelistrikan.
Hingga kini, dari total 49 desa yang belum berlistrik, PLN UP2K Papua Barat Daya telah menyelesaikan survei di 13 desa.
Baca Juga:
Listrik Sering Padam, Warga Sukamakmur Keluhkan Pelayanan PLN Subulussalam
Namun, tantangan masih membentang luas. Sebanyak 36 desa lainnya belum tersurvei akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau.
Meski demikian, PLN memastikan proses ini terus berjalan sebagai fondasi utama pembangunan jaringan listrik yang tepat sasaran.
Manager UP2K Papua Barat Daya Erwinton Naibaho menegaskan bahwa survei menjadi tahapan krusial sebelum pembangunan fisik dilakukan.
Baca Juga:
Dukung Timnas Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026, PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
“Tahapan pembangunan kelistrikan dimulai dari penyelesaian survei listrik desa secara menyeluruh. Dari hasil survei inilah kami menyusun desain teknis dan kebutuhan anggaran agar pembangunan benar-benar sesuai kondisi lapangan,” jelas Erwinton, dikutip Jumat (26/12/2025).
Ia menambahkan, percepatan survei membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama pemerintah daerah, untuk membuka akses dan mempermudah koordinasi di wilayah-wilayah terpencil.
Pertemuan dengan Pemkab Sorong Selatan menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah, sehingga proses survei dan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PLN tersebut, termasuk dalam membantu proses di lapangan.
“Kami siap mendukung PLN, baik dalam koordinasi maupun pendampingan di lapangan, agar survei dan pembangunan listrik desa bisa segera terlaksana,” ujarnya.
[Redaktur: Sandy]