“Saya sangat gembira atas jalinan kerja sama ini. Perjanjian ini memerlihatkan hubungan kerja sama yang baik dan memberikan manfaat bagi kita semua terutama untuk menangani krisis iklim,” ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Country Manager H&M Group Production Office Indonesia, Frank Blin Gonsalves menyatakan perusahaannya berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim.
Baca Juga:
Makin Diminati Sektor Industri dan Bisnis, Pengguna REC Naik 117 Persen
Komitmen itu diwujudkan di seluruh lini H&M Group, termasuk di Indonesia.
“H&M Group terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra bisnis kami untuk memberikan solusi baru serta mendorong penggunaan sumber listrik berbasis EBT dalam rantai pasok kami,” ujarnya.
Frank menambahkan, perjanjian REC antara mitra pabrik H&M Group dan PLN merupakan langkah penting untuk mewujudkan ambisi perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission pada 2060.
Baca Juga:
Dukung Hilirisasi Mineral, ANTAM Andalkan Pasokan Listrik Ramah Lingkungan dari PLN
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diwakili Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Ai Saadiyah sangat mengapresiasi inisiasi implementasi REC.
Menurutnya, hal ini mendorong penggunaan energi baru terbarukan yang lebih besar di sektor industri.
“Kami siap berkolaborasi sosialisasi bersama agar REC didesiminasi ke pangsa pasar yang lebih luas ke segala sektor seperti rumah tangga, komersial, dan bisnis.