PLNWatch.WAHANANEWS.CO - PT PLN (Persero) Distribusi Unit Induk (UID) Jawa Timur mempercepat transisi kendaraan operasional ramah lingkungan dengan menghadirkan 500 unit motor listrik Polytron FOX 350 untuk dipakai petugas lapangan di berbagai wilayah Jawa Timur.
Pengadaan ratusan motor listrik tersebut resmi dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dalam agenda Ride to Net Zero Emission sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.
Baca Juga:
PLN Kalbar Dorong Produktivitas Pegawai Melalui Program Wellness Fit For Future
Armada motor listrik Polytron FOX 350 itu akan digunakan untuk kendaraan operasional dinas PLN UID Jawa Timur, khususnya dalam mendukung layanan kelistrikan lapangan dan mobilitas petugas baca meter.
Pemilihan Polytron FOX 350 dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional karena memiliki spesifikasi teknis, jarak tempuh, serta durabilitas yang memenuhi standar kelayakan untuk aktivitas lapangan berintensitas tinggi.
Distribusi kendaraan ini disiapkan secara merata untuk menunjang layanan PLN di berbagai area penting Jawa Timur, mulai dari wilayah metropolitan Surabaya hingga daerah jangkauan luas seperti Jember dan Kediri.
Baca Juga:
PLN Jawa Timur Hadirkan 500 Motor Listrik Polytron FOX 350, Dorong Transisi Kendaraan Dinas Ramah Lingkungan
Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi bersih dan pencapaian Net Zero Emissions 2060.
Secara akumulatif, seluruh armada motor listrik Polytron yang telah digunakan di Indonesia disebut sudah menempuh jarak lebih dari 585 juta kilometer.
Dari penggunaan tersebut, emisi karbon yang berhasil ditekan mencapai lebih dari 7,1 juta kilogram CO₂e atau setara dengan penanaman 322.727 pohon dewasa.
Populasi pengguna motor listrik Polytron juga terus bertumbuh dan kini mendekati 55.000 pengguna, sekaligus menjadi salah satu basis komunitas kendaraan listrik terbesar di Tanah Air.
Melalui pengadaan armada operasional ini, PLN UID Jawa Timur dan Polytron menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional dinilai sudah semakin matang, aman, dan siap dipakai untuk kebutuhan harian masyarakat maupun operasional kedinasan.
Pengadaan tersebut turut menjadi pembuktian terhadap kualitas lini produk Polytron sebagai produsen nasional motor listrik yang mengedepankan keandalan dan efisiensi.
Dengan daya jelajah tinggi dan fitur keamanan modern, Polytron FOX 350 diproyeksikan mampu menggantikan kendaraan dinas berbahan bakar minyak secara optimal tanpa menurunkan kualitas pelayanan PLN kepada pelanggan.
Penggunaan motor listrik ini juga dinilai dapat menekan emisi dari kegiatan operasional lapangan petugas PLN UID Jawa Timur secara lebih efisien.
Dalam proyeksi PLN, penggantian kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik selama lima tahun dapat menurunkan emisi CO₂ hingga 28.814,4 ton.
Perhitungan tersebut menggunakan rumus emisi CO₂ sama dengan konsumsi BBM dalam liter dikalikan faktor emisi BBM.
Untuk satu petugas billman, emisi CO₂ per bulan dihitung dari konsumsi 2 liter BBM per hari selama 30 hari dengan faktor emisi 2,4 kilogram CO₂ per liter.
Dari perhitungan tersebut, emisi CO₂ per petugas billman mencapai 144 kilogram CO₂ per bulan.
Apabila dihitung untuk 3.335 petugas dalam satu tahun, total emisi yang dapat ditekan mencapai 5.762.880 kilogram CO₂.
Dalam jangka lima tahun, potensi penurunan emisi dari 3.335 petugas tersebut mencapai 28.814.400 kilogram CO₂ atau setara 28.814,4 ton CO₂.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan langkah ini membawa semangat utama dari gerakan Ride to Net Zero Emission.
Menurutnya, PLN ingin menginspirasi masyarakat agar ikut bergandengan tangan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Jawa Timur.
“Perjalanan menuju bebas emisi ini harus dimulai dari aksi nyata di jalanan,” ujar Ahmad.
Ia menilai penggunaan motor listrik oleh petugas PLN dalam kegiatan harian dapat menjadi contoh langsung bagi masyarakat.
“Ketika masyarakat melihat petugas kami andal serta aman menggunakan motor listrik setiap hari dari rumah ke rumah di Surabaya, Jember, hingga Kediri, kami yakin kepercayaan publik akan semakin kuat untuk ikut serta dalam gerakan penyelamatan lingkungan ini,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan pemilihan 500 unit Polytron FOX 350 oleh PLN UID Jawa Timur menjadi penegasan bahwa kualitas motor listrik Polytron telah teruji.
Menurut Ilman, kendaraan tersebut dinilai layak untuk mendukung kerja lapangan berintensitas tinggi, termasuk mobilitas dinamis petugas di berbagai medan Jawa Timur.
“Di usia 50 tahun ini, kami terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang andal dan berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Ilman.
Ia berharap penggunaan 500 unit Polytron FOX 350 dapat membantu meningkatkan kualitas layanan PLN kepada pelanggan.
“Kami berharap unit kendaraan listrik Polytron FOX 350 sebanyak 500 unit dapat meningkatkan kualitas layanan PLN karena kepraktisannya dan minim perawatan, sehingga seluruh petugas di lapangan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efisien,” kata Ilman.
Keberhasilan FOX 350 meraih penghargaan motor listrik terbaik disebut tidak lepas dari penyematan berbagai fitur teknologi yang berfokus pada kenyamanan dan keamanan berkendara.
Motor listrik ini telah dilengkapi smart keyless system, konektivitas smartphone, regenerative braking level 2 untuk efisiensi daya maksimal, cruise control, serta hill start assist yang membantu pengendara saat berada di medan menanjak.
Selain keunggulan teknologi, adopsi Polytron FOX Series juga didukung fleksibilitas skema kepemilikan bagi konsumen.
Polytron menyediakan pilihan buy-to-own atau pembelian putus beserta baterai, serta skema sewa baterai bagi konsumen yang ingin menekan biaya awal pembelian.
Skema sewa baterai tersebut juga menawarkan jaminan perawatan dan penggantian baterai seumur hidup selama masa sewa.
Dengan kombinasi teknologi, efisiensi, dan fleksibilitas kepemilikan, pengadaan 500 unit Polytron FOX 350 untuk PLN UID Jawa Timur menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat penggunaan kendaraan listrik untuk operasional lapangan.
[Redaktur: Sandy]