Kondisi ini memberikan cadangan daya yang memadai untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional di tengah potensi gangguan cuaca ekstrem.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, PLN mengerahkan sekitar 69 ribu personel yang disiagakan di 3.402 posko dan 137 command center di seluruh Indonesia. Para petugas dilengkapi dengan ribuan peralatan pendukung, mulai dari 1.917 unit genset, 737 unit UPS, 1.338 unit gardu bergerak, hingga ribuan kendaraan operasional untuk memastikan respons cepat di lapangan.
Baca Juga:
PLN NP UP Pandan Serahkan Alat Fitness Outdoor untuk Masyarakat Tapanuli Tengah
“Khusus untuk malam tahun baru, seluruh petugas PLN saat ini dalam kondisi siaga di seantero Indonesia,” sebut Darmawan.
Selain menjaga pasokan listrik di pusat-pusat keramaian, PLN juga mengawal keandalan listrik di 2.615 titik layanan publik dan fasilitas vital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas sosial dan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan normal di tengah situasi yang penuh tantangan.
Baca Juga:
Modus Menyamar Jadi Petugas PLN, Tiga Pencuri Kabel Listrik Ditangkap Polsek Tambora
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, PLN memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Informasi cuaca real-time kini terhubung langsung ke control center PLN, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, termasuk dalam percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan.
“Seluruh maintenance sudah kami lakukan sebelumnya. Sepanjang periode siaga Natal dan Tahun Baru tidak ada kegiatan pemeliharaan, sehingga sistem distribusi dan pelayanan pelanggan tetap kami jaga optimal,” ujar Darmawan.