PLNWatch.WAHANANEWS.CO - Isu krisis batu bara tidak membuat pasokan listrik Kalimantan Barat goyah.
PT PLN memastikan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa yang melayani wilayah Kalimantan Barat masih dalam kondisi aman dan tetap beroperasi normal.
Baca Juga:
Kinerja Melesat 345,97 Persen, PTDI Rombak Struktur Pengurus Perusahaan
Kondisi tersebut ditopang oleh kombinasi sejumlah sumber pembangkit, mulai dari PLTU, pasokan listrik lintas negara dari Serawak Energy Berhad atau Sesco Malaysia, hingga kesiapan PLTD sebagai cadangan operasional.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP3KAL, Rizki Sandiaribaya, mengatakan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat Kalimantan Barat tetap berjalan optimal.
Pernyataan itu disampaikan Rizki di Pontianak, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga:
Soundbar Berubah Jadi 'Keyboard Hantu', Komputer Korban Bisa Diperintah Diam-diam
“Kondisi kelistrikan, khususnya Sistem Kelistrikan Khatulistiwa atau Provinsi Kalbar, saat ini aman,” ujar Rizki.
Rizki menjelaskan, sistem kelistrikan Kalbar tidak bertumpu hanya pada satu jenis pembangkit atau satu sumber pasokan listrik.
Menurut dia, kebutuhan listrik masyarakat saat ini dipenuhi melalui gabungan sejumlah pembangkit yang saling mendukung dalam sistem kelistrikan daerah.
“Pasokannya gabungan, termasuk suplai dari Sesco Malaysia,” katanya.
Dukungan pasokan dari Sesco Malaysia menjadi salah satu bagian dari skema penyediaan listrik yang selama ini ikut memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Barat.
Selain itu, sejumlah pembangkit di wilayah Kalbar juga masih beroperasi untuk menyuplai kebutuhan listrik masyarakat.
Rizki menyebut, pembangkit yang memasok listrik untuk Kalbar berasal dari PLN maupun Independent Power Producer atau IPP.
“Ada cukup banyak pembangkit yang menyuplai sistem untuk Kalbar, baik dari PLN maupun IPP,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi pembangkit yang saat ini mendukung sistem kelistrikan Kalbar secara umum masih berjalan baik.
“Secara umum saat ini kondisinya masih baik,” ujar Rizki.
Meski demikian, Rizki tidak merinci jumlah PLTU yang saat ini aktif menyuplai kebutuhan listrik di Kalimantan Barat.
Ia hanya menegaskan bahwa sistem kelistrikan daerah tetap dijaga melalui pengelolaan berbagai sumber pasokan yang telah terintegrasi.
Rizki juga menjelaskan perbedaan peran antara PLN dan IPP dalam sistem penyediaan tenaga listrik.
PLN merupakan badan usaha milik negara yang bertugas menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat.
Sementara itu, IPP merupakan perusahaan swasta yang memproduksi listrik untuk kemudian masuk ke dalam sistem kelistrikan.
Meski memiliki pola pengelolaan yang berbeda, PLN dan IPP tetap terhubung dalam satu sistem untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Selain PLTU dan pasokan listrik dari Sesco Malaysia, PLN juga menyiagakan pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD.
Keberadaan PLTD disiapkan sebagai cadangan operasional apabila sistem membutuhkan dukungan tambahan dalam kondisi tertentu.
“PLTD masih dalam posisi standby operasi, biasanya untuk kondisi tertentu,” ujarnya.
Rizki menegaskan, seluruh skema penyediaan listrik yang dijalankan PLN diarahkan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Ia menyebut, prioritas utama PLN adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan listrik yang baik.
“Intinya semua skema diutamakan untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap baik,” pungkasnya.
[Redaktur: Sandy]