Pabrik tersebut akan dibangun dalam dua tahap bersamaan dengan pembangunan kantor pusat perusahaan, kantor penjualan, dan penelitian.
Sedangkan laporan baru-baru ini menyatakan bahwa Xiaomi kesulitan mendapatkan persetujuan untuk proyek kendaraan listriknya.
Baca Juga:
PLN UP3 Pematangsiantar Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama Kota Ini
Namun, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China telah memberikan persetujuan kepada perusahaan untuk lisensi yang diperlukan.
Perusahaan meluncurkan teknologi mengemudi otonom yang dikembangkan secara internal, yang disebut Pilot Technology.
Mereka juga mencoba membentuk tim penelitian dan pengembangan untuk memajukan segmen teknologi self-driving.
Baca Juga:
Booming Mobil Listrik, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Buka Peluang Kemudahan Berusaha Bagi Masyarakat yang Mau Kelola SPKLU
Sementara itu, Tiongkok diketahui telah meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan EV setelah banyak perusahaan masuk ke sektor tersebut karena terpikat oleh keringanan pajak dan subsidi pemerintah.
Beijing sendiri saat ini mendorong merger dan akuisisi untuk membuat sumber daya dalam industri menjadi lebih baik. [Tio]