Setelah itu ia aktif sebagai ekonom energi yang selama 15 tahun berkarir di Amerika Serikat (AS), setelah menyelesaikan studinya ia menjadi konsultan sekaligus peneliti di Texas A&M University dan Duke University.
Pada 2012 ia kembali ke Indonesia dan memulai karier di beberapa perusahaan, antara lain sebagai Direktur di Indonesia Center for Green Economy dan Kepala Jurusan di Prodi Green Economy di Surya University 2012-2013, Co-chair Post 2015 Millenium Development Goals tahun 2013-2014, Presiden Komisaris Ametis Energi Nusantara 2013-2014.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Darmawan sendiri merupakan kader PDI Perjuangan dan menjadi tim pendukung sekaligus tim ahli pasangan calon presiden-calon wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla, terutama yang bertugas memberikan masukan saat debat Pilpres 2014.
Seperti diketahui, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury membenarkan pemerintah telah merombak kursi orang nomor satu di perusahaan pelat merah itu.
Namun dia tak menjelaskan alasan pencopotan Zulkifli Zaini.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Yang pasti pemerintah berharap pengangkatan Darmawan sebagai Dirut PLN, target bauran energi terbarukan PLN dapat dipercepat.
"Betul, Pak Darmo menjadi pengganti," kata dia, Senin (06/12/2021).
Dia pun mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh Zulkifli dalam memimpin PLN selama 2 tahun terakhir ini. Apalagi di tengah masa pandemi yang masih berlangsung.