Melihat perkembangan tersebut, PLN terus memperluas dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur SPKLU di berbagai titik strategis.
PLN juga membuka ruang investasi dan kemitraan bagi pelaku usaha maupun investor yang ingin ikut mengembangkan SPKLU melalui skema kerja sama business to business atau B2B.
Baca Juga:
Pemadaman Bergilir Terjadi di Pulau Jawa, PLN Percepat Aliran Batu Bara ke Pembangkit
Skema kolaborasi itu disiapkan agar pengembangan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya bertumpu pada PLN, tetapi juga melibatkan lebih banyak pihak yang memiliki minat dalam bisnis energi bersih.
"Kami sangat terbuka bagi para pelaku usaha dan investor untuk sama-sama mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik," ujar Wahyu.
Ia menilai kebutuhan SPKLU akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna kendaraan listrik di masyarakat.
Baca Juga:
PLN Ungkap Dua Faktor Besar di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa
"Semakin banyak pengguna EV, kebutuhan SPKLU juga akan semakin besar," kata Wahyu.
Selain memperluas SPKLU, PLN juga mendorong penggunaan fasilitas pengisian daya di rumah atau home charging sebagai pilihan yang lebih praktis bagi pemilik kendaraan listrik.
Program home charging dinilai dapat memudahkan pengguna EV karena proses pengisian daya dapat dilakukan langsung dari rumah tanpa harus selalu bergantung pada SPKLU.