Sebanyak 2.098 unit mobil operasional, 2.876 unit sepeda motor, 25 unit crane, satu unit skylift, 15 unit perahu, serta 14 unit perangkat Starlink telah disiapkan dan berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.
Selain kesiapan armada, perusahaan juga memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi pascagangguan dan rutin melaksanakan apel siaga.
Baca Juga:
PLN ES Raih Indonesia Best CSR Awards 2026 Berkat Program Stay Green Stay Clean
Koordinasi intensif dengan berbagai unit PLN terus dilakukan guna mempercepat respons terhadap potensi gangguan dan menjaga keandalan sistem kelistrikan selama masa siaga.
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menegaskan bahwa kesiapan perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan penerapan budaya keselamatan kerja.
“Momentum Idul Adha merupakan salah satu periode penting yang membutuhkan keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas dengan nyaman. PLN ES memastikan seluruh personel siaga bekerja sesuai SOP dan standar K3 dengan dukungan sistem pengawasan dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan,” ujar Susiana Mutia.
Baca Juga:
PLN ES Dorong Transformasi Bank Sampah KATA Jadi Sumber Ekonomi
Untuk memperkuat budaya keselamatan dan disiplin kerja, PLN ES mengimplementasikan berbagai inovasi digital dan program pengembangan kompetensi.
Beberapa di antaranya adalah penggunaan Aplikasi Safely, Raport Individu TAD, platform pembelajaran digital ES-Edu berbasis e-learning, serta SureCam yang berfungsi sebagai sistem pengawasan berbasis peringatan dini (early warning system).
Di samping itu, seluruh alat kerja dan alat pelindung diri (APD) telah melalui pemeriksaan guna memastikan kelayakan penggunaan. Ketersediaan material fast moving juga dipastikan mencukupi untuk mempercepat penanganan gangguan.