PLNWatch.WahanaNews.co | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui perusahaan setrum pelat merah yakni PT PLN (Persero) masih mengalami oversupply atau kelebihan pasok listrik.
Menurut dia, hal ini akan menjadi kendala saat perseroan melakukan transisi energi dari berbasis fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT).
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Meski begitu, Erick menekankan bahwa transisi energi ke EBT tidak dapat terelakkan lagi. Hanya saja ada beberapa catatan yang harus diselesaikan pemerintah dan BUMN.
Salah satunya yakni kelebihan pasok listrik.
"Itu kendala, tapi kan ketika tidak over supply penambahan listrik baru dengan EBT," katanya kepada wartawan saat ditemui di kawasan DPR RI, ditulis Rabu, 30 November.
Baca Juga:
Kisah Petugas PLN Siaga Layani Masyarakat di Posko Mudik BUMN
Erick menjelaskan bahwa Kementerian BUMN juga terus mendorong transformasi bisnis PLN secara menyeluruh di tengah perubahan iklim, yang menuntut perusahaan mengambil langkah strategis untuk melakukan transisi energi.
"Karena kalau kita lihat, bahwa dengan keadaan tren baru global, suka tidak suka perubahan iklim ini terus terjadi," jelasnya.
Pada kesempatan ini, Erick mengaku sudah meresmikan atau meluncurkan Holding Subholding PLN.