Bahkan, di usianya yang masih terbilang dini, ia harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya, yaitu mengirim koran ke berbagai toko buku dan penjilid. Tapi, keterbatasan tersebut gak menyurutkan semangatnya untuk tetap memperkaya keilmuwannya.
Faraday adalah anak yang penuh dengan rasa ingin tahu, ia mempertanyakan segala hal dan selalu ingin mendapatkan jawabannya.
Baca Juga:
Lebaran Idulfitri 1446 H, PLN Jawa Barat Sukses Jaga Pasokan Listrik Andal
Pada usia 14 tahun, Faraday magang di suatu penjilidan buku lokal di London milik George Riebau.
Zaman dulu, penjilidan buku masih harus dilakukan manual menggunakan tangan. Tapi, dengan cara seperti itulah Faraday akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membaca banyak buku yang masuk ke penjilidan tersebut.
Pasalnya, zaman dulu itu buku masih terbilang langka, khususnya buku ilmu pengetahuan.
Baca Juga:
Siaga Penuh, PLN Jabar Sukses Jaga Keandalan Listrik di Momen Lebaran Idulfitri 1446 H
Bagaimana Michael Faraday Menemukan Listrik?
Selama mengikuti magang di penjilidan buku, Faraday tertarik pada banyak buku ilmu pengetahuan, khususnya pada ilmu alam, fisika, dan kimia.
Beberapa yang menarik perhatiannya adalah artikel edisi ketiga Ensiklopedia Britannica tentang kelistrikan dan buku berjudul “Conversations on Chemistry” dari penulis kimia hebat bernama Jane Marcet.