PLNWatch.WAHANANEWS.CO - Desa Tanjung Batu kini didorong menjadi kantong ekonomi hijau baru melalui budidaya madu kelulut yang digarap PT PLN Energi Primer Indonesia bersama PT PLN Energi Gas lewat program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ini difokuskan pada pengembangan budidaya madu kelulut atau stingless bee di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Baca Juga:
PLN EPI Teken Kontrak LNG Rp360 Triliun, ALPERKLINAS: Langkah Visioner Menuju Energi Masa Depan
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI dan PT PLN Energi Gas untuk memperkuat ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Inisiatif ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi madu, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lebih luas di tengah masyarakat.
Pengembangan usaha tersebut mencakup pengolahan produk turunan seperti propolis, peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, hingga pembukaan peluang wisata edukasi berbasis lingkungan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Inovasi PLN EPI dalam Pengembangan Sorgum Jadi Terobosan Strategis Menuju NZE
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan,” ujar Mamit dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Mamit, budidaya lebah kelulut memiliki keunggulan karena mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam.