Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Santi Effendi.
Menurut Santi, madu kelulut menyimpan potensi bisnis besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Baca Juga:
PLN EPI Teken Kontrak LNG Rp360 Triliun, ALPERKLINAS: Langkah Visioner Menuju Energi Masa Depan
“Budidaya madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ucap Santi.
Santi menilai nilai ekonomi madu kelulut tidak hanya berhenti pada produk madu murni, tetapi dapat diperluas melalui inovasi produk turunan.
“Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa madu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti propolis dan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ucap Santi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Inovasi PLN EPI dalam Pengembangan Sorgum Jadi Terobosan Strategis Menuju NZE
Ia menambahkan, pengembangan UMKM perlu dibarengi dengan pendampingan yang mencakup manajemen usaha, legalitas, strategi pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar inisiatif budidaya madu kelulut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Program budidaya madu kelulut yang dijalankan PLN EPI juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG.