Lebah kelulut dinilai memiliki peran penting sebagai penyerbuk alami yang membantu mempertahankan produktivitas tanaman dan mendukung keberagaman hayati di kawasan sekitar.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PLN EPI memberikan pelatihan budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis kepada 10 anggota kelompok masyarakat.
Baca Juga:
PLN EPI Teken Kontrak LNG Rp360 Triliun, ALPERKLINAS: Langkah Visioner Menuju Energi Masa Depan
Selain pelatihan, perusahaan juga menyalurkan 30 koloni lebah, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta perlengkapan untuk panen madu dan propolis.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola budidaya lebah kelulut secara lebih produktif dan berorientasi pasar.
Melalui program ini, PLN EPI menargetkan kenaikan produksi madu minimal 30 persen dalam satu tahun.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Inovasi PLN EPI dalam Pengembangan Sorgum Jadi Terobosan Strategis Menuju NZE
Jumlah koloni lebah juga diharapkan meningkat 20 persen seiring berkembangnya kemampuan kelompok dalam melakukan perawatan dan pengelolaan budidaya.
Pendapatan kelompok usaha diproyeksikan naik hingga 30 persen dalam dua tahun melalui pengembangan madu dan propolis yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pemerintah daerah menyambut positif inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.