"Listrik dan rumah tinggal menjadi poin utama kita bagaimana meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran mulai dari rumah," kata Rian.
Ia menyebut sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat yang memiliki instalasi listrik rumah tangga tidak aman atau tidak sesuai standar.
Baca Juga:
Dugaan Penganiayaan di Soban Dairi, Polisi Wawancara Saksi
Selain korsleting listrik, kebakaran juga dapat dipicu oleh kebocoran tabung gas, pembakaran sampah, dan penggunaan lilin.
Namun, jumlah kejadian dari faktor-faktor tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kebakaran yang dipicu masalah kelistrikan.
BPBD DKI Jakarta mencatat wilayah dengan tingkat kebakaran tinggi umumnya berada di kawasan berpenduduk padat dan memiliki banyak bangunan semi permanen.
Baca Juga:
Diduga Gunakan Surat Palsu untuk Provokasi Warga, Mantan Terpidana Dilapor Ke Poldasu
Kondisi bangunan yang saling berdekatan membuat api lebih mudah merambat ketika kebakaran terjadi.
Karena itu, BPBD mendorong masyarakat melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala.
Warga juga diminta memastikan seluruh komponen kelistrikan di rumah, mulai dari kabel, stop kontak, hingga sambungan listrik, memenuhi standar keamanan.